Langsung ke konten utama

#ManajemenStrategi - Bab 13 Analisis Persaingan Starbucks

Analisa Starbucks
Perencanaan strategi Starbucks terdiri dari strategi intensif dan strategi integratif.
Strategi intensif terwujud dalam :
   - Penetrasi pasar, menggencarkan pemasaran, misalnya mengumpulkan poin yang bisa ditukar dengan kencan semalam dengan artis idola.
   - Pengembangan pasar, memgbuka cabang baru
   - Pengembangan produk, membuat varian rasa kopi baru
Strategi integratif terwujud dalam :
   - Integrasi ke belakang, mengakuisisi pemasok di daerah beriklim stabil yang mampu menghasilkan bahan baku berkualitas tinggi dengan harga terjangkau
   - Integrasi ke depan
   - Integrasi horizontal, mengakuisisi gerai kopi lain yang lebih kecil untuk menghadapi pesaing kuat



Analisa The Coffee Bean
Perencanaan strategi The Coffee Bean terdiri dari :
  • Threat of New Entrants : Moderate
Ancaman terhadap pesaing baru yang akan masuk ke bisnis coffee shop tergolong medium, dengan barrier to entry yang tidak terlalu tinggi, karena kompetitor yang baru dan ingin bersaing dalam bisnis kedai kopi kelas premium ini harus memiliki modal yang cukup besar.
  • Threat of Substitutes: High
Banyak sekali jenis minuman yang bisa menjadi pilihan konsumen, seperti jus buah, air mineral, minuman bersoda, energy drink dan lain-lain. Atau bias juga konsumen dapat membuat kopi di rumah masing-masing dengan menggunakan coffee makerdengan bahan dasar biji kopi yang sama yang digunakan oleh The Coffee Bean and Tea Leaf.
  • Bargaining Power of Buyers : Moderate to Low Pressure
Tidak terdapat pembeli tunggal dalam bisnis coffee shop, sehingga The Coffee Bean and Tea Leaf sebisa mungkin menyediakan produk-produk minuman yang variatif, yang dapat memenuhi needs dari konsumen yang beragam. Karena ketersediaan produk subtitusi yang sangat banyak, dan biaya switching yang hampir tidak ada, maka konsumen memiliki sensitivitas terhadap harga kopi premium, apabila terjadi kenaikan harga yang tidak diikuti dengan kenaikan kualitas produk yang ditawarkan, maka konsumen cenderung untuk beralih ke produk substitusi dari kopi The Coffee Bean and Tea Leaf.
  • Bargaining Power of Suppliers : Low to Moderate Pressure
The Coffee Bean & Tea Leaf menggunakan biji kopi yang sudah terstandarisasi kualitasnya dari supplier pilihan, sehingga untuk biaya peralihan supplier pengganti menjadi rendah. The Coffee Bean and Tea Leaf benar-benar menjaga hubungan baik dengan suppliernya dan berprinsip pada kejujuran.
  • Intensity of Competitive Rivalry: High to Moderate
Banyaknya minuman pengganti yang tersedia, menjadikan kompetisi dalam bisnis penyajian minuman sangat sulit. The Coffee Bean & Tea Leaf harus tetap menjagacompetitive advantage-nya sebagai kedai kopi premium dengan servis yang memuaskan, menjadikan tingkat persaingan di bisnis kedai kopi premium ini cenderung moderate bagi The Coffee Bean and Tea Leaf.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#ManajemenStrategi - Bab 9 Matrik SWOT

Kondisi Eksternal Kekuatan kelemahan 1. Menjalin hubungan baik dengan supplier 2. reputasi yang bagus dari SDM 3. lokasi selalu ditempat yang ramai dan kota-kota besar 4. pegawai starbucks lebih loyal dibandingkan dengan pegawai fastfood 1. pegawainya memiliki 2 kepala divisi 2. permintaan kenaikan bunga dari investor 3. expansi yang terlampau cep at karena tuntutan pasar Kondisi Eksternal Peluang 1. Expansi di pasar Eropa dan Amerika Latin 2. kesepakatan distribusi seperti hotel, airlines, dan supplier kopi 3. menggunakan supermarket sebagai sarana expansi ke pasar internasional 4. banyak melakukan pperluasan pasar melalui internet 5. perubahan paradigm dari pengolahan kopi biasa ke kopi instan dan kopi non coffein SO -Menjalin kerjasama yang baik dan perluas pangsa pasar (Penetrasi Pasar) - Memberikan inovasi baru, aneka kopi, teh, dan farppucinos. - Sbux seha...

#ManajemenStrategi - Bab 2 Visi, Misi, dan Tujuan Starbucks

Visi: “establish Starbucks as the most recognize and respected brand in the world” Menjadikan Starbuks sebagai brand yang terkenal dan dihargai di seluruh dunia. Untuk mencapai visi tersebut ditetapkan 4 komponen dasar yaitu: Membangun nilai dasar perusahaan sebagai perusahaan yang hanya menggunakan bahan dan menghasilkan produk yang terbaik. Menciptakan image yang cemerlang yang melekat didalam pikiran pelanggan. Membentuk Starbucks sebagai suatu brand yang terkenal, walaupun orang tidak mengetahui secara jelas bidang usaha yang dijalankan, tetapi masyarakat merasa familiar dengan merek starbucks. Menjadikan starbucks sebagai merek terkenal dan dihargai. Menjadi nomor satu atau diatas brand lainnya dalam jangka waktu tak terbatas. Misi: “Untuk menginspirasi dan menumbuhkan semangat manusia, satu orang, satu cangkir dan satu lingkungan pada suatu waktu” Starbucks berkomitmen untuk berperan sebagai pemimpin dalam memperjuangkan ligkungan hidup disetiap lini kegiat...

#ManajemenStrategi - Bab 7 Tabel EFAS Starbucks

Berikut adalah tabel untuk mengetahui Eksternal Factors Analysis Strategy (EFAS) untuk mengetahui Peluang (Opportunities) dan Ancaman (Threats) dari Starbucks: Key external factor Weight Rating W X R Opportunities: 1. jumlah populasi 0.12 2 0.24 2. gaya hidup 0.22 4 0.88 3. perkembangan komunitas   penggemar kopi 0.18 3 0.54 Threat: 1. Daya beli dari masyarakat rendah 0.12 2 0.24 2. adanya pesaing 0.19 4 0.76 3. Naik turunnya ekonomi 0.11 2 0.22 1.00 2.88 CPM Critical Success Factor Weight Starbucks Coffee Bean Excelso Rating Score ...