Berikut ini adalah analisis rantai nilai Starbucks
Coffee Indonesia berdasarkan primary
activities dan support activities.
Primary Activities Starbucks Coffee Indonesia
1. Logistik
Masuk (Inbound logistics)
Pada tahapan ini meliputi kegiatan untuk memperoleh
bahan baku dari pemasok. Bahan baku
tersebut adalah biji kopi sebagai
bahan dasar untuk membuat minuman. Untuk
pemilihan bahan baku kopi, Starbucks Coffee Company
memiliki tim yang melakukan penelitian mengenai kopi, tim
ini disebut dengan “Starbucks Coffee Buyers”. Tim ini akan mengevaluasi ribuan sample yang
dikirimkan oleh para petani kopi tiap tahunnya. Tim ini
bahkan menghabiskan waktu selama 18 minggu dalam satu tahun untuk mengelilingi dunia agar bisa mendapatkan
kopi dengan kualitas yang terbaik. Tujuan dari penelitian ke berbagai penjuru
dunia ini tidak hanya
untuk mencari biji kopi tetapi juga untuk mempelajari
lebih lanjut mengenai kopi dan menjalin hubungan baik dengan para pemasok biji kopi.
Untuk
mendapatkan kualitas
dari biji kopi yang terbaik, sample biji kopi yang
dikirimkan oleh para pemasok akan
dicek, dengan mengambil 10 sampai dengan 20 persen biji yang telah dikirimkan untuk diproses, apabila
hasil pemrosesan tersebut
memenuhi standar,
maka Starbucks akan menjalin kerja sama
dengan pemasok yang telah memberikan
sample biji kopi tersebut.
2. Operasi
(Operation)
Setelah menerima biji kopi dari
para pemasok, Starbucks Coffee Company, Seattle,
akan memproses biji
kopi tersebut agar menjadi kopi yang berkualitas. Starbucks memiliki proses
pemanggangan kopi khusus yang disebut dengan Starbucks Roast.
Dalam memproses biji kopi tersebut
Starbucks bahkan dapat membuang sekitar 18 sampai
dengan 25 persen dari biji kopi, hal ini dikarenakan dalam setiap 100kg yang di masukkan ke dalam mesin pemanggang
kopi, yang keluar dengan hasil kualitas
baik hanya 75 sampai dengan 82 kg.
Hal ini dilakukan Starbucks
karena bagi Starbucks proses pemanggangan
yang dilakukan Starbucks
untuk mendapatkan kopi yang terbaik. Pengemasan yang dilakukan untuk menjaga
kualitas kopi Starbucks, disebut dengan flavorlock.
Flavorlock adalah pengemasan yang digunakan
Starbucks Coffee untuk menjaga kesegaran dari kopi Starbucks.
3.
Logistik Keluar (Outbound Logistics)
Barang yang telah dipesan oleh toko Starbucks Coffee akan dikirimkan
langsung ke toko. Setelah penerimaan barang
dari pemasok, selanjutnya pihak toko
akan menangani produk yang diterima untuk diolah sesuai dengan standarisasi yag ditetapkan perusahaan agar menjadi bahan dasar pembuat
minuman yang
siap disajikan kepada para pelanggan. Selanjutnya produk-produk yang
telah diolah,
dan produk yang didapatkan dari pemasok
akan langsung didistribusikan
kepada pelanggan.
4.
Penjualan dan Pemasaran
(sales and marketing)
Dalam melakukan penjualannya perusahaan akan melakukan
penetapaan harga terhadap produk produknya yang disesuaikan dengan biaya produksi, dan
pengiriman barang dari pemasok.
Untuk penjualan dan pemasaran produknya Starbucks sering mengadakan
kerjasama dengan berbagai pihak.
Diantaranya, adalah promo buy one get one free, up-size, dimana promo
ini
dilakukan
atas kerja sama
antara
Starbucks
Coffee Indonesia dan Bank BCA. Selain itu, Starbucks juga mengadakan
mobile sampling, dimana Starbucks memberikan sample dari minuman Starbucks di tempat-tempat ramai
seperti pertokoan dan perkantoran.
Sampling, tidak hanya
dilakukan melalui mobile sampling,
toko Starbucks juga sering mengadakan
sampling dalam toko, untuk mempromosikan
produk minuman atau makanan terbaru.
Program sampling yang diadakan di tiap toko diadakan dua sampai tiga kali dalam
seminggu. Produk-produk yang disajikan sebagai sample merupakan
produk terbaru yang sedang disajikan
dalam toko.
Strategi pemasaran yang dilakukan Starbucks adalah menjadikan tokonya sebagai ‘third
place’, maksudnya yaitu menjadikan toko Starbucks sebagai tempat ketiga selain rumah dan tempat kerja. Starbucks selalu merancang tokonya secara khusus agar dapat menghasilkan
suasana yang nyaman. Setiap tokonya
akan selalu disediakan
sofa, dan menyediakan sarana ample electrical yang disediakan
bagi
pelanggan
yang
ingin
menggunakan notebook ataupun
peralatan
musik portable. Starbucks juga
menyediakan
wireless akses internet dengan bekerja sama dengan Biznet.
·
Pelayanan
Starbucks Coffee selalu berusaha
memberikan pelayanan
yang terbaik kepada para
pelanggannya. Untuk itu Starbucks Coffee selalu berusaha melayani pelanggan dengan batas waktu selama 3 menit mulai dari proses pemesanan
hingga minuman yang dipesan sampai
ke tangan pelanggan.
Untuk
dapat memuaskan
para pelanggan, Starbucks memberikan
customer comment card kepada para pelanggan untuk mendapatkan saran dan kritik mengenai pelayanan yang diberikan Starbucks Coffee.
Dengan adanya saran dan kritik dari para pelanggan
Starbucks dapat memberikan
pelayanan yang lebih baik lagi sesuai keinginan dari para pelanggannya.
Sistem pelayanan yang diberlakukan Starbucks
Coffee adalah sistem self service. Dimana pelanggan dapat langsung
datang ke kasir untuk memesan minuman atau makanan,
dan pelanggan langsung membayarnya. Lalu pesanan minuman akan dibuatkan oleh para
barista, selama minuman sedang dibuat, pelanggan dapat menunggu
di pick-up bar,
setelah minuman jadi,
pelanggan dapat mengambil minumannya,
dan menikmati minumannya.
Support Activities Starbucks Coffee Indonesia
Support activites bertujuan untuk mendukung
kegiatan
utama Starbucks Coffee Indonesia dalam menjalankan bisnisnya, untuk menghasilkan competitive advantage.
·
Administrative Coordination
And Support Services
Administrative Coordination
And
Support
Services merupakan pengaturan perusahaan meliputi
infrastruktur perusahaan yang mempengaruhi
semua aktifitas utama secara umum. Sebagai Support Centre Jakarta (SCJ) dari Starbucks Coffee Indonesia, aktifitas yang dilakukan oleh PT.
Sari Coffee Indonesia adalah mendukung
para karyawan dan lingkungan yang terkait langsung dengan aktifitas utama Starbucks Coffee. Dukungan yang
diberikan adalah sebagai berikut:
a.
Panduan dan Pelatihan Pengelolaan Biji kopi
Panduan
dan pelatihan pengelolaan biji kopi ini tidak hanya diberikan kepada para karyawan tetapi diberikan juga kepada para petani penghasil kopi yang tergabung dalam Coffee And Farmer Equity (CAFE). Agar
mereka dapat mendapat panduan untuk mengolah biji kopi agar bisa menghasilkan kopi dengan kualitas yang
terbaik.
b.
Pengendalian akan
standarisasi penanganan produk
Pengendalian ini merupakan pengendalian atas penanganan produk yang dikirim oleh
pemasok.
Starbucks
memiliki standarisasi khusus
untuk
menangani produk produk dari pemasok. Penanganan ini dimaksudkan untuk menjaga kualitas dari produk, agar dapat memuaskan pelanggan.
c.
Pengendalian pelaksanaan
operasional
Starbucks Coffee memiliki alat pengukuran dari store performance, alat pengukuran tersebut meliputi :
§ Store
audit:
Merupakan pengevaluasian toko ritel Starbucks Coffee, atas hasil kerja
dan kondisi kebersihan dari toko. Store
audit ini dilaksanakan sekali dalam tiap bulan.
§ Customer
snapshot:
Program ini bertujuan untuk mengukur produk yuang dihasilkan tiap toko
Starbucks agar sesuai dengan standarisasi yang telah ditetapkan. Program
ini dilakukan dengan
mempekerjakan seseorang dari
luar perusahaan untuk
berpura-pura sebagai pelanggan. Orang tersebut akan dilatih dan diberikan pengetahuan
mengenai standar pelayanan
dari Starbucks Coffee. Orang
tersebut akan datang ke toko ritel dengan berpura-pura sebagai pelanggan
untuk menilai pelayanan
yang diberikan oleh
para karyawan dan menilai
produk yang dihasilkan
oleh toko tersebut berdasarkan standar
yang ditetapkan. Hasil
penilaian tersebut akan diberikan ke toko ritel, dan toko yang
mendapatkan nilai baik, seluruh karyawannya akan mendapatkan insentif.
§ Customer comment
card:
Brosur yang dapat
di isi oleh
para pelanggan untuk mengisi saran dan kritik dari aktifitas pelayanan
toko toko ritel ataupun produk yang dihasilkan.
d. Brand
Image
Menurut Starbucks, nama dari Starbucks Coffee sebagai brand yang sudah ternama merupakan salah satu upaya promosi Starbucks.
Starbucks jarang sekali menampilkan
iklan melalui media elektronik maupun media
cetak karena menurut Starbucks keberadaan toko ritel Starbucks dilokasi
pertokoan ramai dengan menampilkan brand
image yang sudah
dikenal dunia ,sudah merupakan
sarana promosi
bagi Starbucks Coffee. Starbucks juga selalu berusaha merancang interior dari kondisi toko dengan
ciri khas Starbucks, untuk mendukung
strategi dari perusahaan yang menjadikan
Starbucks
sebagai third
place, yaitu tempat ke tiga
selain rumah dan kantor, bagi para
pelanggannya.
e. Pembelajaran karyawan
Dukungan yang diberikan perusahaan agar tiap
karyawan dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan adalah dengan
memberikan pelatihan bagi para karyawan baru, agar dapat melakukan aktifitas
operasional dalam melayani pelanggan dengan baik. Selain itu Starbucks juga
sering melaksanakan berbagai acara sebagai pembelajaran karyawan untuk
meningkatkan kemampuannya. Selain dukungan pembelajaran melalui acara yang
diadakan perusahaan, perusahaan juga menyediakan sarana untuk belajar sendiri
melalui buku resource manual yang dimiliki oleh perusahaan.
·
Human
Resources Management
Dukungan dari human resources management meliputi perekrutan karyawan yang sesuai
dengan kualifikasi perusahaan, sistem reward
yang diberikan perusahaan kepada para karyawan yang berprestasi dalam melakukan
kegiatan operasionalnya dan penugasan bagi para karyawannya untuk mengembangkan
pengetahuannya. Sistem reward tidak
hanya diberikan kepada para karyawan, tetapi juga diberikan kepada para pemasok
kopi yang selalu menjaga kualitas dari biji kopinya.
·
Technology development
Dukungan perusahaan dari pengembangan teknologi yang
diterapkan meliputi sistem pemesanan barang secara online,
sistem perusahaan berbasis internet dengan menggunakan SAP
system yang
memudahakan perusahaan
dalam menjalankan aktifitas bisnisnya, sistem e-payment untuk memudahkan pelanggan dalam melakukan pembayaran, dan sistem e-commerce yang dimiliki perusahaan untuk memberikan informasi kepada para pelanggannnya.
·
Procurement of resources
Dukungan perusahaan dalam pengadadan barang meliputi biji kopi
mentah yang didapatkan Starbucks
dari para petani kopi, mesin kopi untuk memproses
biji kopi agar menjadi kopi Starbucks,
pengadaan berbagai jenis kopi
Starbucks dari berbagai penjuru dunia, peralatan promosi (marketing material), dan pengadaan merchandise dengan brand Starbucks Coffee.

Komentar
Posting Komentar