5 PRINSIP SMART GOAL
1. Simple
Target suatu Proyek harus
ditetapkan secara Spesifik dan Jelas. Suatu Target yang ditentukan dengan
Special akan memiliki kesempatan pencapaian yang lebih tinggi dibandingkan
dengan Target yang ditentukan secara umum dan luas.
2. Measureable (Dapat
diukur)
Target Proyek yang
ditentukan harus dapat diukur dengan menggunakan indikator yang tepat sehinggan
dapat melakukan peninjauan ulang, mengevaluasi pencapaiannya serta dapat
melakukan tindakan-tindakan perbaikan yang seperlunya. Pengukuran harus berupa
nilai-nilai kuantitatif yang berbentuk angka-angka berdasarkan fakta-faktanya.
3. Applicable (Yang dapat
dilakukan/dicapai)
Target Proyek yang
ditentukan harus dapat dicapai melalui usaha-usaha yang menantang dan harus
berdasarkan kemampuan yang dimiliki. Tim harus mengetahui dimana letak
kemampuannya dan mempertimbangkan kinerja sekarang dengan kinerja yang sifatnya
sempurna. Dari Kinerja Sekarang sampai ke Kinerja sempurna harus dilakukan
secara bertahap dan Target yang ingin dicapainya juga harus ditetapkan secara
bertahap pula. Pada versi SMART Goal lainnya, Attainable juga disebut dengan
Achievable.
4. Reliable (Realistis)
Target Proyek yang
ditentukan harus bersifat Realistis, jangan menentukan Target yang terlalu
tinggi dalam waktu yang sangat singkat. Harus mengetahui batas kemampuan dari
Tim untuk mencapai Target Proyek yang ditentukan.
5. Timeable (Batas Waktu)
Harus menetapkan Batas waktu
dalam mencapai Target Proyek. Tanpa adanya batas waktu, Tim akan bekerja lambat
dan tidak ada perasaan urgensi (mendesak) sehingga sangat sulit untuk mencapai
Target yang diinginkan.
Menurut analisis SMART Goals, Visi, Misi, dan Tujuan Starbucks sudah termasuk kategori Simple, Measureable, Applicable, dan Reliable. Namun sayangnya visi, misi, dan tujuan Starbucks tidak Timeable karena tidak mencantumkan tolak ukur waktu yang adalah salah satu aspek penting dalam penentan visi, misi, dan tujuan perusahaan.
Komentar
Posting Komentar